Daging yang dihasilkan dari sapi-sapi tersebut, kata Budi, seharusnya dipasarkan di beberapa tempat di wilayah Jabodetabek dan Banten.
Karenanya, Budi mengatakan, Kementerian Pertanian akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang digerebek tadi malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Budi belum mau berandai-andai apakah ada unsur politik di balik kelangkaan daging sapi tersebut. Kalaupun ada, Budi akan langsung meminta anak buahnya untuk menindaklanjuti.
"Kita akan sampaikan ke pemerintah, karena itu soal kebijakan. Kapasitas kami kan masalah pidana," kata Budi.
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan mengungkapkan bahwa lokasi penggerebekan terletak di belakang Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
"Lokasinya Jl. Kampung Kelor No. 33, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang dan Jalan Suryadharma, Selapajang," kata Anton saat ditemui di Jakarta, Rabu malam (12/8).
Lokasi itu, kata Anton merupakan alamat dari perusahaan bernama PT Brahman Perkasa Sentosa. Dari hasil pengecekan awal, Helmy mengatakan bahwa PT Brahman Perkasa Sentosa dimiliki oleh tiga orang.
Inisial ketiganya adalah BH, PH, dan SH, khusus untuk SH dia juga menjadi pemilik utama dari PT Tanjung Unggul Mandiri. (meg)