Sementara itu pada sebuah ruang rawat inap di dalam rumah sakit lain, yakni Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat, terbaring M Jusuf Ronodipuro -tokoh pengabar berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke seantero dunia. Hening dan tenang, begitu anak pertamanya Dharmawan Ronodipuro mengenang.
Ucup, begitu panggilan sayang dari sang istri Siti Fatima Rassat buat Jusuf, seperti yang dituliskan blog menantu perempuannya, Louisa Tuhatu. Hari itu ia nampak lebih payah dari biasanya. Dan benar saja, setelah menjalani perjalanan panjang keluar masuk rumah sakit sejak Juni 2007, Ucup menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 23.20 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenazah Ucup lantas disemayamkan di rumah duka Jalan Talang Betutu, Menteng, Jakarta Pusat. Kala itu, Sejumlah kerabat dan pejabat, seperti Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Soedarsono dan Menteri Negara Pemberdayaan perempuan (Men PP) Meutia Hatta datang melayat. “Berkat jasa dan kebaikan Juwono, bapak dimakamkan di TMP (Taman Makam Pahlawan) Kalibata pukul 12.45, keesokan harinya, Senin 28 Januari 2008,” katanya. (Simak Fokus: Penyebar Kabar Indonesia Merdeka)
Sebagai penghormatan atas jasa dan keberaniannya mengabarkan Proklamasi di tengah represifnya penjajahan Jepang, Radio Republik Indonesia yang didirikannya mengabadikan nama Jusuf Ronodipurosalah satu nama ruang di sana. (Cek INFOGRAFIS: Pengirim Kabar Indonesia Merdeka ke Seantero Dunia)
“Ada sebuah anekdot yang dilontarkan lantaran bapak meninggal nyaris bersamaan dengan Soeharto,” kata Dharmawan. Salah seorang kerabat atau kawannya yang tak diingat Dharmawan mengatakan mengapa Jusuf dan Soeharto meninggal bersamaan, “Mungkin di surga Pak harto butuh juru bicara." (sip)