Senang, kaget, dan takut, perasaan yang bercampur aduk saat ketiga remaja ini menerima titah tersebut. Kegembiraan tak bisa ditutupi karena untuk menjadi tim pengibar bendera utama, ketiganya harus melalui beragam tahapan audisi dan seleksi.
"Sebenarnya, sudah beberapa gladi (persiapan) itu diganti-ganti beberapa orang, memang sudah ada kandidiat. Tapi keputusannya tadi pagi," kata Felicia yang didapuk sebagai pembawa baki bendera, Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jam 1 (pagi) kita bangun, terus kita mandi habis itu make-up baru datang ke sini (Istana Merdeka)," kata Briand saat ditemui.
Diselimuti Rasa Gugup
Berjalan, melipat, menaikkan hingga mengibarkan bendera merah putih dihadapan Seorang Presiden tentu membuat seseorang tak luput dari rasa grogi, tak terkecuali tiga remaja ini. Latihan yang telah dilakukan selama berbulan-bulan tetap tak mengurangi rasa kaku, malu, namun bercampur dengan bangga dan bersemangat.
Tak beda jauh dengan Cia, Zainal yang merupakan salah satu Siswa SMAN 1 Payukumbuh ini juga tak bisa menutupi rasa yng bisa dikatakan sangat menegangkan menurutnya, namun untuk mengurangi rasa itu, Zainal punya cara khusus.
"Pas sudah di tiang (bendera) itu, pas mau menarik itu, timbul-lah wajah pelatih, wajah orangtua, Alhamdulillah semua lancar dan baik,"katanya.
Tak beda jauh dengan dua temannya, Briand juga mengaku tak bisa menyembunyikan rasa degdegan yang semakin tinggi terutama saat melangkahkan kaki ke lapangan bola, namun hebatnya, rasa bangga akan daerah asalnya, Papua mampu merubah rasa groginya menjadi rasa bangga dan rasa percaya diri.
"Rasa bangga, dari Provinsi Papua baru sekali saja, dan Saya ini yang kedua. jadi rasa bangga itu sangat besar sekali untuk wakili Provinsi Papua," katanya.
Langit mulai berubah menjadi gelap, adzan magrib mulai dikumandangkan, bersamaan pula dengan bendera merah putih yang telah disimpan dan dilipat secara utuh seperti semula. Ketiga remaja ini mengaku puas dengan penampilannya, dan siap kembali ke daerahnya dengan rasa bangga dipundak mereka. (pit)