Pengumuman lurah terbaik di Jakarta ini dilakukan saat prosesi malam kenduri untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Monas, Senin (17/8) malam. Nama dan asal kelurahan diumumkan sebelum diberi piagam, medali, serta hadiah dari Pemprov DKI.
Dalam pengumuman saat itu, peringkat ketiga diraih oleh pemimpin Kelurahan Batu Ampar dengan lurah Badrudin. Sementara itu untuk juara dua dimenangkan oleh Kelurahan Bangka dengan lurah Dedih Suhada. Sedangkan untuk juara pertama diraih oleh Kelurahan Semper Barat dengan lurah Muhammad Iqbal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku terus memantau semua kinerja pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Bahkan dia bisa memantaunya dengan jalur online melalui sistem Smart City.
Salah satu yang terus dipantau Ahok, panggilan akrab Basuki, adalah kinerja para lurah. Ia memantaunya dari aplikasi Qlue.
Qlue merupakan aplikasi yang bisa digunakan warga untuk pengaduan jika menemukan fasilitas umum atau masalah apapun yang dikeluhkan mengenai Jakarta. Aplikasi ini terintegrasi langsung dengan aplikasi CROP yang dimiliki lurah dan camat untuk meresponsnya.
Melalui aplikasi tersebut, siapa saja bisa melihat pengaduan mana yang langsung direspons dan mana yang tidak.
"Kami sudah ada sistemnya, makanya saya langsung bisa tahu lurah mana yang malas, lurah mana yang asal-asalan," kata Ahok, sapaan akrab Basuki. (meg)