Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Dewan Pertimbangan Presiden pernah menegur Rizal lantaran komentarnya. Namun alih-alih menurunkan nada kritiknya, Rizal malah berbalik komentar. Untuk itu Wakil Presiden Jusuf Kalla lantas merasa perlu untuk mengingatkan Rizal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Husain yang mewakili pihak Istana Wakil Presiden menyayangkan tindakan Rizal yang memilih berkomentar melalui publik atau media. Menurutnya, dalam pemerintahan telah dibentuk wadah komunikasi khusus antara Jokowi dan menteri-nya.
Husain menegaskan peran Rizal selaku menteri yang juga berperan sebagai koordinator para menteri lainnya seharusnya paham soal program listrik 35 ribu MW merupakan program utama dari permerintahan Jokowi-JK. Menurutnya, saat kini sudah banyak investor yang datang ke tanah air untuk terlibat menggarap mega proyek itu.
Komentar yang bernada pesimistis dari Menteri Rizal, menurut Husain, kontra produktif dengan upaya pembenahan pasokan listrik di tanah air.
Seperti diketahui, kemarin, Rizal Ramli mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan menanggapi teguran Jusuf Kalla. Banyak pihak menilai nada dari pernyataan Rizal layaknya sebuah tantangan bagi JK. “Kalau mau paham, minta Pak Jusuf Kalla ketemu saya, kita diskusi di depan umum," ujar Rizal kepada media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, kemarin.
Sebelumnya, JK meminta agar Rizal Ramli lebih berhati-hati dalam berkomentar,
"Ya setiap kali dievaluasi, tapi begini tentu sebagai menteri harus pelajari dulu sebelum berkomentar. Memang tidak masuk akal, tapi menteri harus banyak akalnya. Kalau kurang akal pasti tidak paham itu memang. Itu kalau mau 50 ribu pun bisa dibuat," kata Kalla di Gedung MPR/DPR, Jakarta Selatan. (sip)