“Kalau warga bergerombol menonton itu biasa. Tapi suasana kondusif. Alhamdullilah, sampai saat ini, belum ada satu pun batu melayang,” kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta Kukuh Hadisantosa saat dihubungi CNN Indonesia. Sejak pagi tadi, Kukuh berada di lokasi. Dia memimpin apel persiapan sebelum melakukan penggusuran lanjutan. (Baca juga: Cerita Ahok di Balik Penggusuran Kampung Pulo)
Sebagaimana diketahui, saat penggusuran kemarin, bentrokan pecah antara warga dengan aparat. Sebelum penggusuran, warga sudah bergerombol dan bersiap melakukan perlawanan. Lemparan batu langsung dilakukan warga begitu alat berat menghancurkan bangunan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, alat berat yang dipakai dalam penggusuran ini sebanyak 8 buah. Enam buah darat dan dua buah amphibi yang bisa digunakan di air. Beckho ini masuk satu persatu ke kawasan yang akan digusur karena sempitnya pintu masuk. "Rumah yang sudah kami hancurkan ada 55," tutup Hadi.
Selain itu, Kukuh menegaskan bahwa tujuh makam Habib yang berada di RW 2 tidak akan dibongkar. Selain itu, musala dan masjid juga tidak akan dibongkar.
“Makam itu ada di RW 2. Kita juga tidak akan membongkar musalah, makam, masjid semua akan kita jaga," terang Kukuh.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar M Iqbal menyatakan bahwa personel yang diturunkan untuk pengamanan penggusuran ini berjumlah 2.300 personel. Polres Metro Jakarta Timur menurunkan 4 SSK dan Sabhara Polda Metro 3 SSK dan Brimob 3 SKK. Ada Patra 20 Unit dan Reskrimun dan Intelkam 100 personel. Sementara Satpol PP 1.300 personel.
Penutupan dan pengalihan arus lalu lintas sudah dilakukan. Penutupan dan pengalihan arus itu akan dilakukan dengan memasang barrier dan dilakukan secara situasional.
BACA FOKUS: Rusuh Penggusuran Kampung Pulo (hel)