"Kebanyakan dari kami (Paguyuban Pasundan) juga merupakan pendukung Jokowi-JK sejak kampanye lalu. Pemerintah dengan kondisi yang saat ini lebih menjanjikan diyakini mampu menyelesaikan sejumlah persoalan bangsa secara berkualitas," kata Ginandjar dalam pidato pembukaan di Kongres Paguyuban Pasundan, Gedung Merdeka, Bandung, Sabtu (20/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Ginandjar juga menyampaikan persoalan lain seperti masalah kekeringan yang melanda beberapa daerah turut mempengaruhi situasi ekonomi saat ini, yakni penurunan ekspor dan peningkatan impor.
Enggan Menjadi Parpol
Kendati siap mengerahkan dukungan pada Jokowi-JK. Paguyuban Pasundan menegaskan pihaknya enggan bertransformasi menjadi sebuah Partai Politik, hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi Didi mengatakan pihaknya akan tetap konsisten dalam berkontribusi dan berpartisipasi terhadap isu-isu politik tanah air melalui pengembangan budaya dalam Organisasi
"Kami (Paguyuban Pasundan) tak ingin menjadi sebuah Partai Politik. Tetap menjadi pusat gerakan kesundaan dengan dimensi budaya, politik, ekonomi, ataupun Hankam," kata Didi.
Untuk diketahui, Paguyuban Pasundan merupakan salah satu organisasi tertua yang bergerak melalui Budaya Sunda. Berdiri sejak tahun 1913, organisasi ini telah bergerak dalam bidang pendidikan, sosial-budaya, politik, ekonomi, kepemudaan, dan pemberdayaan perempuan.
Organisasi ini telah berhasil melahirkan tokoh-tokoh intelektual tanah air, tiga diantara 34 menteri kabinet kerja Jokowi-JK saat inipun merupakan bagian dari Paguyuban Pasundan, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandy, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (sip/sip)