Penolakan tersebut mencuat dalam diskusi yang diikuti oleh Ketua Umum Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) Mubiar Purwasasmita, Selasa (25/8). Mubiar menilai terlalu banyak risiko yang bakal muncul bila Waduk Jatigede jadi digenangi. Salah satunya adalah letak waduk yang berada di daerah patahan yang rawan terjadi gempa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mubiar menyatakan hingga saat ini relokasi dan ganti rugi warga yang tinggal di wilayah yang nantinya bakal digenangi masih belum sesuai dengan harapan.
Warga juga meminta pemerintah untuk mengadakan hutan pengganti dan pemerintah menjamin keamanan waduk. (Baca: Puluhan Situs Sejarah Sumedang Siap Ditenggelamkan Jatigede)
Sejak berpuluh-puluh tahun lalu rencana pembangunan Waduk Jatigede menuai pertentangan. Salah satunya yaitu karena keberadaannya yang berada di wilayah rawan gempa bumi yakni patahan Sumedang-Majalengka atau dikenal dengan patahan Baribis. (obs)