Teten, sebelum masuk ke lingkaran Istana, dikenal luas sebagai pegiat antikorupsi. Ia ikut mendirikan Indonesia Corruption Watch dan kemudian menjadi Ketua Badan Pekerja di lembaga itu. Teten selanjutnya juga menjabat Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia. (Baca selengkapnya Teten Masduki: Kepala Staf Presiden Pegiat Antikorupsi)
Sekretaris Dewan Pengurus TII Anung Karyadi berpendapat Teten sudah berpengalaman, baik di lembaga formal maupun nonformal. Ia yakin Teten dapat membantu Jokowi dan mampu menjalankan tugas-tugas barunya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini pun, ujarnya, Teten menjadi Tim Komunikasi Presiden dan kerap dianggap sebagai Juru Bicara Presiden. “Oleh sebab itu ke depannya dia pasti bisa mengkoordinasikan para pembantu presiden. Apalagi ia punya jaringan luas dengan tokoh partai politik hingga masyarakat internasional,” kata Anung.
“Meski bukan berasal dari kalangan jenderal, figur Teten yang cenderung nonformal ini justru bisa lebih diterima masyarakat. Dia kan sudah membuktikannya saat menjadi Tim Komunikasi Presiden,” ujar Anung.
Ia berharap duduknya Teten di kursi Kepala Staf Presiden bisa membuat pemerintahan Jokowi mengelola negara dengan lebih baik. (agk)