Diduga Pakai Jam Rp 2 Miliar, Setnov Dinilai Tak Punya Empati

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Minggu, 06/09/2015 16:15 WIB
Diduga Pakai Jam Rp 2 Miliar, Setnov Dinilai Tak Punya Empati Ketua DPR Setya Novanto saat bertemu dengan Donald Trump, 3 September 2015. (Reuters/Lucas Jackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto tertangkap kamera mengenakan jam tangan yang harganya ditaksir mencapai Rp2 miliar saat bertemu dengan bakal calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump, Kamis (3/9) lalu. Aksesoris mahal yang dikenakan Setya itu pun mendapat reaksi keras dari masyarakat.

Setnov - begitu dia biasa dipanggil - diduga mengenakan jam tangan buatan Swiss merk Richard Mille RM 011 Flyback Chronograph “Rose Gold” saat berkunjung ke Amerika pekan lalu. Dugaan tersebut muncul setelah jam tangan yang dikenakan Setnov 'mengintip' dari sela-sela pergelangan jas saat ia bersalaman dengan Trump.

Jam tersebut ditaksir memiliki harga £92.500, atau setara dengan $140.000. Jika dikonversi ke dalam rupiah, maka harga jam tersebut mencapai angka Rp2 miliar. Selain mahal, jam tersebut juga dikabarkan hanya diproduksi terbatas oleh pembuatnya. Karena terbatas, maka harga tinggi ditawarkan bagi orang-orang yang ingin membeli aksesoris tersebut.


Pengamat Anggaran Politik dan Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi saat dihubungi CNN Indonesia, Minggu (6/9) menyatakan, jika benar jam yang dipakai Setnov seharga Rp 2 miliar, maka itu tidak pantas dan tidak mencermin empati terhadap kebanyakan warga Indonesia yang masih banyak yang miskin.

"Tidak wajar lah memakai jam tangan sangat mahal. Seharusnya Setnov itu memperlihatkan kesederhanaan. Dia itu sebagai contoh. Kalau dia memperlihatkan kekayaan, itu namanya bukan wakil rakyat, namanya jadi DPR itu ya untuk mencari uang agar bisa kaya," katanya.

Setnov berasal dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur II. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2014, NTT menjadi provinsi ke-3 termiskin di Indonesia. Nomor satu adalah Papua kemudian Papua Barat.

Berdasar data BPS, penduduk miskin di NTT tahun 2014 sebesar 20,24 persen dengan total 1.009.150 jiwa. Jumlah penduduk miskin di perkotaan sebanyak 98.050 jiwa dan penduduk miskin di pedesaan sebanyak 911.110 jiwa.

Uchok juga menyebutkan, apakah jam yang dipakai Setnov, jika benar harganya selangit, sudah masuk dalam laporan harta kekayaannya. "Itu sudah dimasukin ke LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara) belum? Pejabat kita begitulah, di dalam negeri pura-pura miskin, peduli pada rakyat, tapi di luar negeri mereka sangat glamour dan kaya raya, mewah. Mereka tidak mencerminkan kehidupan sederhana,” ujarnya.

Mengutip dari Detikcom, arloji yang melingkar di tangan kanan Novanto saat bersalaman dengan Trump menjadi perbincangan di dunia maya. Akun instagram @idwx yang menamakan diri sebagai Indonesian Watch Exchange menampilkan foto Novanto saat bersalaman dengan Trump di konferensi pers. Trump memang memperkenalkan dan berdialog singkat dengan politikus Golkar tersebut di ujung konferensi pers.

"Make Richard Mille Great Again! Good Job Mr Trump! Your 5 second introduction benefiting RM so much :) Ladies and gentlemen, i would like to introduce you #setya #novanto #setyanovanto who is the speaker of the house in indonesia! Very powerful man and he is using RM011 Rose Gold! #richardmille #rm010," tulis akun @idwx.

"On a second hand market, the watch cost about $120-130k SGD or 1.2-1.3 Mil. Lets wait for the news... Is it a fake watch?" tulisnya.

Kasus jam tangan mewah ini bukan sekali saja terjadi di pejabat Indonesia. Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Moeldoko juga pernah terkena kasus serupa. Dia diketahui memakai jam tangan yang disebut oleh media Singapura juga bernilai miliaran rupiah.

Usai ramai diberitakan soal jam mahalnya, Moeldoko lalu membanting jam tangan yang dipakainya dan menyatakan bahwa jam tangan yang dipakainya adalah jam tangan palsu. Harga jam tangan yang disebutnya palsu itu adalah Rp 5 juta.

Sebelum pensiun, Moeldoko juga membagikan 50.000 jam tangan pada para prajuritnya, terutama yang berada di perbatasan. Pesan yang diberikan Moeldoko hanya satu, jam tangan itu jangan dijual. (hel)