"Bisa jadi merupakan efek dari pelaku yang salah sasaran atau teror terhadap ESDM," ujar Didik, Jumat (11/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus diselidiki lebih serius karena menyangkut rasa aman masyarakat," ucap Arsul.
Sebelumnya, kaca di salah satu ruang lantai 4 Gedung Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM berlubang akibat penembakan gelap. Ruangan yang terkena peluru itu merupakan ruangan kerja Staf Khusus Menteri ESDM Sudirman Said.
Selain proyektil peluru, polisi juga menjadikan kamera CCTV dan pecahan kaca sebagai barang bukti yang diselidiki.
Pusat Laboratorium Forensik Badan Reserse Kriminal Mabes Polr tengah menyelidiki proyektil tersebut. Sementara itu, Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia menempatkan sejumlah personel mereka di Gedung Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (11/9), usai peristiwa penembakan di kantor itu kemarin. (sip)