Jarman mengatakan ketika peristiwa penembakan terjadi, dirinya sedang berada di luar kota. Ia mendapat laporan bahwa ruangan kerja staf khusus Menteri ESDM yang tertembak berada di seberang ruangannya.
"Waktu itu saya lagi tidak di Jakarta. Itu ruangannya Pak Wawan, ruangan saya di seberangnya," kata Jarman di Jakarta, Minggu (13/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Modusnya saya tidak tahu, karena selama ini belum ada yang meneror diri saya," katanya.
Menurutnya jika pelaku penembakan ingin menghabisi staf khusus menteri bukan merupakan sesuatu yang sulit sebab jajaran staf tidak memiliki pengawalan ketat. Said pun mengatakan dirinya pernah mendapatkan teror melalui layanan pesan singkat dari nomor tidak dikenal.
Penembakan gedung lantai 4 pada Kamis siang (10/9) terjadi di ruangan salah satu staf khusus menteri ESDM Widyawan Wiraatmaja. Namun ruangan itu sedang kosong saat kejadian. Sementara, Menteri Sudirman Said dan anggotanya menggelar rapat di ruangan yang tak jauh dari tempat kejadian.
Belakangan ini Kementerian ESDM gencar melakukan terobosan. Selain membubarkan Petral, anak usaha Pertamina, Menteri ESDM Sudirman Said juga mendukung pemberantasan korupsi terkait kasus penjualan kondensat ke PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI). (gen)