Menurut Said, saat penembakan terjadi, ruangan yang kacanya tertembak sedang kosong. Ruangan di lantai empat itu biasanya ditempati oleh Staf Khusus Menteri yang lain, Widyawan Wiraatmata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski menyebut penembakan ini adalah teror, Said mengaku tak terlalu terpengaruh. Apalagi Said sendiri selama ini pernah menerima teror berupa SMS ancaman.
SIMAK FOKUS: ESDM Dibidik Penembak Gelap
Atas segala teror yang terjadi di kementeriannya, Didu tidak ambil pusing. Dia mencoba berpikir positif. "Kadang-kadang dunia ini seperti uji nyali. Kalau takut, mereka semakin berani," katanya.
Penembakan diperkirakan terjadi kemarin siang sekitar pukul 12.00 WIB. Tembakan diduga berasal dari jalan layang Casablanca.
Akibat tembakan, kaca ruangan tersebut berlubang. Anak peluru ditemukan petugas di dalam ruang itu.
Saat ini kasus ditangani Polda Metro Jaya. Sejak kemarin malam, petugas menggelar olah tempat kejadian perkara. Puluhan personel dikerahkan untuk mengungkap kasus ini.
(sur)