Ceu Popong mengatakan pemerintahan era reformasi telah mendorong agar pelajar bisa melanjutkan pendidikan hingga ke tingkat perguruan tinggi. Kebijakan itu turut diiringi dengan dimudahkannya izin operasional perguruan tinggi yang kini jumlahnya mencapai ratusan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlepas dari urusan pengawasan, anggota Komisi X DPR itu melihat masih ada yang salah dengan penerapan sistem pendidikan di Indonesia. Ceu Popong melihat pola pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga ke jenjang atas saat ini lebih menekankan siswa untuk bisa pintar, tapi melupakan urusan mental karakter individu.
Pola pendidikan semacam itu, lanjut dia, mulai diterapkan sejak reformasi mengikis materi moral pancasila dan sejarah perjuangan bangsa. Siswa pada akhirnya tidak terlalu memahami perjuangan pendahulu yang berjuang mati-matian untuk merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan.
"Akibatnya adalah segala sesuatu itu ingin dengan mudah dicapai," kata Ceu Popong.
"Yang palsu itu ya sarjananya. Kumaha atuh, tidak kuliah tapi dapat ijazah sarjana. Mau jadi apa nantinya masa depan bangsa kita," kata Ceu Popong. (den)