Keluarga Syaiyah yang berdomisili di Pontianak, Kalimantan Barat, hingga kini masih menunggu kabar dari suami Syaiyah yang bernama Abdul Wahab Idris. Diketahui, Syaiyah berangkat ke Tanah Suci memang bersama suaminya dan tergabung dalam Embarkasi Batam.
"Keluarga saat ini masih berduka sembari menunggu kabar Abdul karena hingga kini telepon selulernya belum bisa dihubungi," ujar salah satu keluarga korban saat ditemui CNN Indonesia di rumah duka, Jumat (25/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak Syaiyah tampak terpukul dan terus menangis di sela-sela tamu yang terus berdatangan dan membacakan surat Yassin," kata Mustafa.
Korban tewas dalam tragedi di Mina bertambah lagi. Berdasarkan twit yang dikirimkan oleh Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi, jumlah korban tewas menjadi 717 tewas. Sementara korban luka bertambah menjadi 805 orang.
Tragedi ini bermula dari rasa panik yang melanda sejumlah jemaah haji. Berdasarkan keterangan otoritas setempat, kepanikan tersebut muncul saat seorang jemaah haji terjatuh dari jembatan saat berdesakan di jembatan yang menghubungkan tenda jemaah dengan lokasi lempar jumrah.
Brigadir Mansour al-Turki dari Pasukan Keamanan Saudi Umum menduga kejadian itu menjadi pemicu kepanikan massa.
"Dimulai dari sebagian kecil massa jatuh, mereka mulai menginjak-injak, diikuti dengan rasa panik dan upaya untuk melarikan diri dari kerumunan, yang mengarah ke peningkatan jumlah korban," kata Mansour.
Lokasi tersebut merupakan area dua jalur menuju Mina di mana pilar batu tempat melempar jumrah terletak.
(aul/obs)