Kepala Kesbangpol, Ratiyono, mengaku angka tersebut belum keseluruhan jumlah dari anak buahnya. Dia mengatakan memiliki 176 pegawai. Nantinya, sisa pegawai yang tidak hadir hari ini tetap akan melakukan test.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti dicek, yang bersangkutan kategori apa, kalau dia pengguna, pemakai kan ada rehabilitasi. Sanksinya nanti disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan, peraturan kepegawaian," kata Ratiyono.
"Kami dari BNNP DKI Jakarta kurang lebih melibatkan 35 anggota termasuk ada tim medis, tim penyidik atau pemberantasan, pencegahan dan rehabilitasi," ujarnya.
Menurut Sapari, hasil dari tes urin bisa langsung diketahui dalam waktu 3-5 menit. Tapi dirinya tidak akan mengatakan hasil dari tes urin tersebut.
"Kalau prosesnya dengan alat yang kita punya, minimal 3-5 menit sudah ada hasilnya," ujar Sapari.
Sapari mengatakan tes urin akan dilakukan kepada seluruh PNS yang ada di DKI Jakarta. Nantinya, seluruh proses tes urin akan dilakukan secara dadakan.
"Kita lakukan kepada SKPD di DKI Jakarta. Kurang lebih 52 atau 54 SKPD. Saya masih ingat jumlah PNS per 1 Agusutus 2015 ada 68.851 orang," kata Sapari. (meg)