"Ya dalam hal ini DPR sudah melakukan kerja keras dan tentu saya terima kasih ke anggota," kata Setya di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (1/10).
Dari tiga fungsi yang dilakukan DPR, Setya juga membanggakan fungsi anggaran dan pengawasan selama ini telah dilakukan dengan baik. Sementara, fungsi legislasi masih terus dilakukan dengan melanjutkan pembahasan rancangan undang-undang untuk dituntaskan.
Lihat juga:DPR Patuh pada Putusan MK soal Pilkada |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi produk yang dihasilkan, hingga saat ini dari 39 rancangan undang-undang yang menjadi prioritas Prolegnas 2015, baru tiga RUU yang disahkan.
Bulan lalu saat ulang tahun DPR ke-70, Setya menegaskan jajaran anggotanya telah berusaha merampungkan target pembahasan RUU prioritas 2015 yang kini tinggal menyisakan tenggat empat bulan. Sebanyak 22 RUU yang masuk dalam prioritas bahasan kini sudah masuk tahap penyusunan.
Selain itu, kasus pelanggaran etika juga mewarnai kinerja anggota dewan. Tercatat, saat ini Mahkamah Kehormatan Dewan tengah mengurus 28 kasus perkara pelanggaran kode etik, yang salah satunya melibatkan pimpinan DPR yakni Setya Novanto dan Fadli Zon. Namun, MKD juga baru memutus sembilan perkara dari 28 kasus yang ditanganinya.
Kontroversi lain pun bertambah dengan adanya kenaikan tunjangan anggota dewan untuk tahun ini meski belakangan hampir semua fraksi menolaknya. (sur)