Pagi ini dukungan mencapai 42.392, kurang 7.608 lagi sampai genap 50 ribu. Salim Kancil dibunuh oleh sekelompok orang di kampungnya sendiri, Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang, Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pembunuhan keji Salim Kancil bukan kriminal biasa, tapi pembunuhan berencana yang dipicu penolakan warha terhadap penambangan pasir besi. Kejadian ini berpotensi terulang,” kata Siti Maimunah dari TKPT.
1. Mendesak Kepolisian dan aparat penegak hukum lain untuk serius dalam mengusut para pelaku pembantaian terhadap Salim Kancil dan (penganiayaan) Tosan hingga aktor intelektual di balik peristiwa kekerasan Desa Selok Awar-Awar, dan mengganjar pelaku dengan hukuman seberat-beratnya.
2. Mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Lumajang untuk segera menutup seluruh pertambangan pasir di pesisir selatan Lumajang.
3. Meminta LPSK untuk segera memberikan perlindungan terhadap saksi dan korban.
4. Meminta komnas HAM agar segera turun ke lapangan melakukan investigasi.
5. Meminta KPAI untuk memberikan trauma healing kepada anak dan cucu dari almarhum Salim kancil, serta anak-anak PAUD yang menyaksikan insiden penganiayaan almarhum Salim Kancil di Balai Desa Selok Awar-Awar.
Saat ini Polres Lumajang telah menetapkan 23 tersangka dalam kasus pembunuhan Salim Kancil, salah satunya Kepala Desa Selok Awar-awar, Hariyono. Saat menggeledah rumahnya kemarin sore, polisi menemukan airsoft gun.
Selain Salim Kancil yang dibunuh, Rekan Salim yang juga aktivis antitambang, Tosan, juga dianiaya hingga luka parah. Namun ia berhasil menyelamatkan diri.
Salim dan Tosan menentang pembukaan tambang pasir di wilayah mereka. Sebelumnya mereka menggelar aksi damai menolak tambang. (agk)