Ketua Panja Asap Lukman Edy menyatakan pembentukan panja asap juga sekaligus untuk mempertanyakan sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Pasalnya penanganan bencana asap terkesan berlarut-larut tanpa menemukan ujung penyelesaian.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu menyatakan Panja Asap bakal mengundang Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Lukman, Panja Asap nantinya bakal mempertanyakan rencana Menteri Fery untuk mengambil alih dan izin tanah-tanah bekas kebakaran. Lukman menilai bencana asap menyangkut soal penataan ruang, karena umumnya yang terbakar adalah lahan gambut yang diperuntukan untuk perkebunan.
Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima Komisi II, kata Lukman, saat ini ada sekitar 1.563 titik api yang berusaha dipadamkan dengan kemampuan fasilitas 7 helikopter dan pesawat bom air, serta satu unit pesawat cassa untuk hujan buatan.
Dengan kekuatan penanganan tersebut, Lukman sangsi penanganan bencana asap bisa dituntaskan dalam waktu singkat. "Pemerintah harus serius menangani persoalan ini," kata Lukman. (sur)