PDIP: Saat Mega Presiden Bencana Asap Tak Sedahsyat Sekarang

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Selasa, 15/09/2015 15:27 WIB
PDIP: Saat Mega Presiden Bencana Asap Tak Sedahsyat Sekarang Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri disambut ciuman tangan Sekjen Hasto Kristiyanto saat tiba di kantor DPP PDI Perjuangan, Kamis (27/8). (CNN Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai partai utama penyokong pemerintahan ikut menyoroti langkah pemerintah dalam menanggulangi masalah kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan bencana asap. Masalah yang melanda sejumlah daerah itu hingga sekarang masih belum bisa diselesaikan.

"Saat Ibu Megawati menjadi presiden bencana kebakaran lahan atau hutan tak sedahsyat sekarang," ujar Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat ditemui di kantor Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan, Jakarta, Selasa (15/9).

Menurut Hasto bencana kebakaran lahan tersebut bisa diprediksi dari berbulan-bulan sebelumnya. (Baca: Derita Riau, Provinsi Langganan Bencana Kabut Asap)


"Ibu ketua umum (Megawati mengatakan saat beliau menjadi Presiden Indonesia bahwa bencana kebakaran seharusnya bisa diperkirakan sejak tiga bulan sebelumnya," kata Hasto.

Hasto menambahkan saat Megawati menjadi Presiden Indonesia dia mengumpulkan sejumlah menteri untuk memikirkan apa yang akan dilakukan jika bencana kebakaran lahan dan hutan terjadi di Indonesia.

Saat itu, lanjut Hasto, Megawati memanggil Kementerian Riset dan Teknologi yang dipimpin oleh Hatta Rajasa untuk memikirkan rencana pembuatan hujan buatan di lokasi-lokasi yang terindikasi akan mengalami kebakaran lahan atau hutan.

Setelah itu, Megawati pun memanggil Kementerian Kehutanan yang ditugasi untuk mencari pohon yang bisa menjadi border area bagi api yang menjalar. "Jadi saat api menyebar dan menyentuh pohon, maka apinya akan berhenti di situ," kata Hasto. (Baca: Kabut Asap, Jokowi Perintahkan Menteri Siti Bertindak Cepat)

Selanjutnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dipanggil oleh Megawati untuk memperkirakan masalah cuaca di lokasi-lokasi terindikasi kebakaran, apakah hujan atau tidak.

Terakhir, Kementerian Perindustrian juga dipanggil untuk melihat dampak yang terjadi serta melihat indikasi pihak mana yang menyebabkan kebakaran tersebut.

(obs/obs)