Fadhilah Afrisia (27), warga Batusangkar, mengatakan kabut asap masuk ke kotanya sejak sebulan lalu, dan kondisinya makin pekat seminggu terakhir ini.
"Pasar sepi jadinya. Mau jualan juga enggak banyak yang beli," kata perempuan yang mempunyai satu toko pakaian tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluhan senada juga disampaikan oleh Azmer Katab (58) seorang guru Bimbingan Konseling di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Batusangkar. Azmer mengatakan beberapa sekolah memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar mereka.
Azmer mengatakan pemerintah harus cepat mengatasi kabut asap. Bencana yang tidak juga berhenti ini, ujarnya, membuat kegiatan belajar mengajar serta perekonomian kota yang terdampak asap menjadi terganggu.
"Lagipula, kalau terus menerus ada (asap), tidak akan baik buat kesehatan warga kota kami," ujarnya.
Kabut asap yang memburuk membuat Presiden Joko Widodo memutuskan terjun langsung ke beberapa provinsi terdampak kabut asap hari Kamis ini.
Jokowi tak hanya berencana kunjungi Jambi. Berdasakan informasi yang dihimpun, ia kemungkinan juga akan menyambangi Padang di Sumatra Barat, dan Pekanbaru di Riau. Provinsi Riau adalah salah satu wilayah yang paling parah terdampak kabut asap.
Petang kemarin Jokowi mengumpulkan para menteri dan pejabat terkait dalam rapat terbatas di Istana Negara untuk secara khusus membahas soal penanganan kabut asap akibat pembakaran lahan di Sumatra dan Kalimantan. (utd)