Rere, salah satu warga Pekanbaru, sudah beberapa hari belakangan terserang flu. Hidung Rere tergolong sensitif. Tiap kabut asap kembali pekat, dia langsung kena flu. Itu pula yang membuat dia memilih jarang keluar rumah.
“Pekan ini kabut asap di Pekanbaru pekat lagi. Minggu lalu sebetulnya sudah mendingan, penerbangan pun sudah beroperasi. Tapi pekan sekarang kembali parah,” kata Rere kepada CNN Indonesia, Kamis (8/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan ini, kata Rere, matahari tak pernah lama menyinari kotanya. Hanya beberapa jam sebelum kabut asap kembali turun menyelimuti. Sungguh menyedihkan.
Masker menjadi barang yang wajib dipakai tiap keluar rumah. “Di dalam rumah saja kabut asap masih terasa, apalagi kalau keluar rumah tak pakai masker,” ujar Rere.
Kawan-kawan Rere yang tak terikat pekerjaan sudah banyak yang pergi meninggalkan Pekanbaru. “Teman-teman mengungsi, bilang pergi berlibur dan sampai sekarang belum kembali. Cuma, para pegawai tak bisa begitu karena mereka harus bekerja,” kata Rere.
Rere pun sesungguhnya ingin sekali meninggalkan Pekanbaru. Namun karena masih punya urusan, dia tak bisa begitu saja pergi.
Bencana kabut asap yang kian meresahkan ini membuat Presiden Jokowi kemarin menggelar rapat terbatas secara mendadak. Pemerintah RI pun mengisyaratkan bakal menerima bantuan asing untuk mengatasi bencana kabut asap yang meyebar hingga ke negara-negara tetangga itu.
Sementara Kementerian Kesehatan mengatakan telah mengirimkan 27.595 ton bantuan kesehatan seperti obat-obatan, masker, dan tabung oksigen untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah warga yang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). (agk)