Namun, masih ada dua korban yang belum teridentifikasi. Kepala Tim identifikasi Komisaris Besar Masudi, Kamis (15/10), mengatakan, tim telah berupaya mencocokkan data antemortem dan postmortem yang dimiliki tapi tidak ditemukan kesesuaian.
Tim DVI, kata dia, sudah melaksanakan semua tugasnya sesuai prosedur. Hanya saja data dua data antemortem yang dibawa tim ada yang tidak sesuai dengan jenazah manapun yang jadi korban tragedi Mina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data antemortem bisa berupa sampel DNA, sidik jari, atau susunan gigi. Jika data cocok, maka jenazah dapat dipastikan teridentifikasi sebagai pemilik data antemortem yang sesuai.
Direktur Eksekutif DVI Komisaris Besar Anton Castilani mengatakan Polri adalah satu-satunya tim yang diperkenankan turut membantu proses identifikasi.
Selain membantu proses identifikasi, kata Anton, tim DVI juga ditugaskan untuk menjalin hubungan baik dengan otoritas Saudi untuk mempermudah kerjasama seandainya hal serupa terjadi lagi. "Kami berharap ini kejadian terakhir, tapi tentu harus bersiap jika terjadi lagi."
Selain itu, dia juga mengusulkan kepada petugas penyelenggara haji agar mengumpulkan data antemortem sebelum memberangkatkan jemaah ke Arab Saudi. Tak hanya itu, diharapkan petugas juga dibekali kemampuan identifikasi agar bisa turut membantu tim DVI. (sur)