Ahok Pertanyakan Gagalnya Pembangunan TPST di DKI
Christie Stefanie | CNN Indonesia
Selasa, 03 Nov 2015 16:21 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mempertanyakan batalnya pembangunan Intermediate Treatment Facilities (ITF) yang rencananya dibangun di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Gagalnya pembangunan ITF berakibat pada terus digunakannya Tempat Pengolahan Sampat Terpadu (TPST) Bantargebang.
Ahok mengatakan, batalnya rencana pembangunan tempat pembakaran sampah telah molor sejak tiga tahun lalu.
"Saya tidak tahu ada motif apa. Saya tidak tahu itu gagal kenapa," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (3/11).
Ahok pun menyebut Ciangir sebagai contoh. Pada 2009 lalu, warga Ciangir, Tangerang, Banten menolak wilayahnya dijadikan tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) oleh Pemprov DKI Jakarta.
Dia mengatakan, lahan di Ciangir memang diproyeksikan untuk tempat pembuangan sampah. Namun, Pemerintah Kabupaten Tangerang menjadikan lahan tersebut sebagai kawasan permukiman.
Meski demikian, Ahok optimistis ITF Sunter dapat menjadi solusi pengolahaan sampah yang nantinya akan dikembangkan Jakarta. Proyek ini juga sudah diserahkan ke PT Jakpro dan Dinas Kebersihan
Selain itu, Mantan Bupati Belitung Timur ini juga menugaskan Dinas Kebersihan DKI membangunnya di sejumlah daerah Jakarta, seperti Sunter dan Marunda. Dia mengaku tidak masalah dalam pembangunan tersebut.
"Enggak ada (kendala). Tinggal setor duit saja," kata Ahok. (meg)
Ahok mengatakan, batalnya rencana pembangunan tempat pembakaran sampah telah molor sejak tiga tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, lahan di Ciangir memang diproyeksikan untuk tempat pembuangan sampah. Namun, Pemerintah Kabupaten Tangerang menjadikan lahan tersebut sebagai kawasan permukiman.
Selain itu, Mantan Bupati Belitung Timur ini juga menugaskan Dinas Kebersihan DKI membangunnya di sejumlah daerah Jakarta, seperti Sunter dan Marunda. Dia mengaku tidak masalah dalam pembangunan tersebut.
"Enggak ada (kendala). Tinggal setor duit saja," kata Ahok. (meg)