PT Air Navigation Indonesia atau AirNav Indonesia selaku pihak yang bertanggung jawab dalam lalu lintas penerbangan pun ikut turun tangan mengatasi gangguan tersebut.
"Kami memang memutuskan untuk memblokir penerbangan dari dan menuju daerah yang terkena dampak," ujar Direktur Safety and Standard Airnav Wisnu Darjono saat dihubungi CNN Indonesia, Rabu (4/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan perubahan rute tersebut, Wisnu mengatakan bahwa AirNav hanya memfasilitasi perubahan tersebut. Sementara untuk keputusan perubahan rute sepenuhnya diberikan kepada maskapai penerbangan.
AirNav sendiri, kata Wisnu, mengambil keputusan pemblokiran bandara berdasarkan data yang mereka terima dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika serta Vulcanic Ash Advitory Centre Darwin.
Data tersebut dibahas oleh AirNav bersama Otoritas Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali dan akhirnya diputuskan bahwa bandara tersebut harus di tutup.
Ngurah Rai ditutup sampai esok
Terkait dengan durasi penutupan, Wisnu mengungkapkan belum jelas kapan Bandara Ngurah Rai akan dibuka kembali. Hingga sore ini pun, kondisi Ngurah Rai masih ditutup. "Informasi terakhir yang kami dapat katanya masih ada abu vulkanik di kawasan bandara," kata Wisnu.
Oleh karena itu, Wisnu mengatakan sudah ada Notice to Airman yang dikeluarkan oleh Angkasa Pura terkait pentupan sejumlah bandara akibat erupsi Gunung Rinjani.
Notam tersebut berisi perintah agar bandara yang terganggu abu vulkanik agar ditutup setidaknya hingga esok hari. "Sepanjang hari ini ditutup sampai besok pagi, sudah ada notamnya," kata Wisnu. (bag)