"Saya tidak tahu benar atau tidak (penggunaan jasa konsultan untuk lobi ke Gedung Putih), tetapi Pemerintah Indonesia yang pasti tidak mengeluarkan (uang untuk) itu," kata Kalla di Bandara Sepinggan Balikpapan, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (7/11).
Meski begitu, Wapres belum mendapatkan laporan dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terkait kebenaran penggunaan jasa perusahaan konsultan untuk melobi supaya Presiden Joko Widodo mendapat akses masuk ke Gedung Putih dan bertemu Presiden Barack Obama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya beredar sebuah artikel yang mengungkapkan adanya kontrak penggunaan jasa lobi oleh perusahaan konsultan asal Singapura Pereira International PTE LTD kepada perusahaan jasa lobi asal Las Vegas R&R Partners Inc.
Artikel tersebut ditulis dan dipublikasikan oleh seorang dosen Ilmu Politik Asia Tenggara, Michael Buehler dari School of Oriental and African Studies di London pada Jumat (6/11) melalui situs https://asiapacific.anu.edu.au.
Dengan demikian, R&R Partner's Inc berperan sebagai konsultan bagi para pejabat Indonesia supaya mendapatkan akses ke Washington dalam rangka kunjungan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat.