Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Valentino Tatareda mengatakan pembentukan satgas merupakan bentuk antisipasi dan persiapan masuknya musim hujan.
"Tugasnya untuk mengantisipasi dampak awal saja dari banjir. Seperti contoh, kita tahu berapa hari yang lalu sudah hujan dan terjadi genangan air yang cukup membuat terjadi kemacetan di beberap lokasi di Jakarta," ujar Valentino di Lapangan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jakarta, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Valentino menyampaikan personel yang dikerahkan dalam satgas tersebut berjumlah 200 personel. Selain personel, 20 unit mobil ranger dan alat antisipasi berupa parahu karet, pompa mesin serta gergaji mesin juga dikerahkan untuk mengantisipasi banjir.
Valentino mengimbau masyarakat untuk tidak berhenti sembarangan ketika hujan. Hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan lalu lintas.
"Kita himbau untuk tidak berteduh, karena dengan berteduh tentunya jalan akan semakin mengecil, mungkin menutup sehingga terjadi kemacetan," ujar Valentino.
"Sanksinya bisa kita tilang jika tidak mengindahkan perintah anggota kepolisian. Terutama yg mengakibatkan kemacetan akan kita tilang," ujarnya.
Valentino menyampaikan kawasan yang dilarang untuk berteduh diantaranya terowongan, jembatan penyebrangan dan halte. Sehingga, ia berharap masyarakat juga sejak dini menyiapkan payung ataupun jas hujan sebelum bepergian ke luar rumah. (pit)