Wilayah Jakarta Selatan, khususnya Kemang, menjadi daerah yang memiliki potensi banjir cukup tinggi dalam beberapa tahun ini. Bentuk Kemang yang merupakan turunan lembah mengakibatkan wilayah tersebut jadi penampung air jika hujan deras menerjang.
Basuki mengungkapkan, kesalahan para lurah terdahulu adalah seenaknya memberikan sertifikat tanah kepada orang-orang Betawi zaman dulu. Sertifikat tersebut pada akhirnya dijual kembali ke orang-orang yang bukan asli Betawi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, yang perlu dilakukan sekarang adalah membuat beton di sekitar sungai di Jakarta. Beton dibuat untuk mempertinggi sungai agar mampu menampung volume air lebih banyak lagi.
Sementara itu, untuk mengantisipasi terjadinya banjir di DKI Jakarta, Polda Metro Jaya membentuk Satuan Tugas (Satgas).
Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Valentino Tatareda mengatakan pembentukan satgas merupakan bentuk antisipasi dan persiapan masuknya musim hujan.
"Tugasnya untuk mengantisipasi dampak awal saja dari banjir. Seperti contoh, kami tahu berapa hari yang lalu sudah hujan dan terjadi genangan air yang cukup membuat terjadi kemacetan di beberap lokasi di Jakarta," ujar Valentino di Lapangan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jakarta, kemarin.
Valentino menyampaikan selain banjir, satgas tersebut juga bertugas untuk mengatur kepadatan lalu lintas terdampak dari musim hujan. Selain itu, ia mengungkapkan, satgas banjir nantinya akan bekerjasama dengan instansi terkait yang memiliki kemampuan untuk menanggulangi bencana, khususnya banjir.
"Kami pastinya akan berkoordinasi dengan pihak terkait yang punya kemampuan. Satgas perannya mengantisipasi," ujarnya.
Lebih lanjut, Valentino menyampaikan personel yang dikerahkan dalam satgas tersebut berjumlah 200 personel. Selain personel, 20 unit mobil ranger dan alat antisipasi berupa parahu karet, pompa mesin serta gergaji mesin juga dikerahkan untuk mengantisipasi banjir. (utd)