"Keuntungan bagi warga DKI tentunya mereka tidak membeli daging sapi dengan harga yang terlalu fluktuatif," kata Ahok, sapaan Basuki, saat ditemui di gedung Kementerian Pertanian, Jumat (13/11).
Ahok menambahkan jika harga daging sapi di pasaran tetap terjaga maka kenaikan inflasi di Indonesia pun bisa dicegah. Kalaupun tetap naik, Ahok berharap setidaknya inflasi tidak terlalu tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebaran kemarin harga daging sapi Rp 60 ribu, itu yang lokal dan hasil potong sendiri belum dikeluarkan," ujarnya.
Mantan politisi Partai Gerakan Indonesia Raya tersebut mengungkapkan bahwa jika harga daging dan inflasi tidak tinggi maka survei Kebutuhan Hidup Layak juga akan turun.
"Jika ini bisa kita tahan, kerja sama dengan food station, maka secara otomatis kita juga bisa meringankan beban hidup orang," katanya.
Sebelumnya nota kesepahaman ditandatangani di gedung Kementerian Pertanian dan dihadiri oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur NTB M. Zainul Majdi, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki, serta perwakilan Sekretaris Daerah dari Lampung dan Jawa Timur.
Ahok menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membeli sapi-sapi tersebut selama stok masih ada. Dia pun menekan bahwa program pemasokan sapi tersebut bukan untuk bersaing dengan perusahaan swasta yang juga menyalurkan sapi-sapi.
"Tujuan kami adalah membuat penuh kepala, perut, dan dompet, swasta juga sama jadi kami harus dukung," kata Ahok.
"Namun sekarang adalah bagaimana kita mau penetrasi pasar supaya tidak ada permainan atau penyalahgunaan."
(win/win)