Motif Ledakan Duren Sawit Diduga Mirip dengan Bom Alam Sutera
Gilang Fauzi | CNN Indonesia
Senin, 16 Nov 2015 11:55 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan menduga motif ledakan granat di Duren Sawit, Jakarta, memiliki kesamaan dengan bom di Mal Alam Sutera. Para pelakunya bukan untuk meneror secara umum namun lebih pada motif pribadi.
"Bom granat ini kemungkinan motifnya bukan untuk teror secara umum. Sepertinya ada kesamaan dengan bom Alam Sutera, lebih kepada teror pribadi," ujar Anton saat ditemui di Polda Metro Jaya, Senin (16/11).
Meski demikian, Anton menyatakan kepolisian saat ini belum sampai pada kesimpulan terkait alasan pelaku memilih lokasi yang menjadi target peledakan.
Tim penyidik kepolisian baru sampai pada temuan alat yang digunakan untuk meledakkan lokasi adalah granat. Temuan itu didapat dari alat pemantik granat yang ditemukan di luar gedung.
"Dari temuan itu, jelas pelaku melemparkan granat dari luar gedung," ujar Anton. (Ikuti terus Fokus: Menyelisik Ledakan di Duren Sawit)
Anton menegaskan saat ini tim kepolisian masih berusaha mencari tahu dari mana pelaku mendapatkan granat. Anton enggan berspekulasi sebelum tim penyidik mendapatkan barang bukti dan data berdasarkan fakta kejadian di lapangan.
"Senjata gelap saja bisa beredar, kemungkinan itu bisa saja terjadi. Warga sipil saya tidak tahu, karena kita belum tahu siapa pelakunya, semua baru dugaan," ujarnya. (sur/sur)
"Bom granat ini kemungkinan motifnya bukan untuk teror secara umum. Sepertinya ada kesamaan dengan bom Alam Sutera, lebih kepada teror pribadi," ujar Anton saat ditemui di Polda Metro Jaya, Senin (16/11).
Meski demikian, Anton menyatakan kepolisian saat ini belum sampai pada kesimpulan terkait alasan pelaku memilih lokasi yang menjadi target peledakan.
Tim penyidik kepolisian baru sampai pada temuan alat yang digunakan untuk meledakkan lokasi adalah granat. Temuan itu didapat dari alat pemantik granat yang ditemukan di luar gedung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anton menegaskan saat ini tim kepolisian masih berusaha mencari tahu dari mana pelaku mendapatkan granat. Anton enggan berspekulasi sebelum tim penyidik mendapatkan barang bukti dan data berdasarkan fakta kejadian di lapangan.
"Senjata gelap saja bisa beredar, kemungkinan itu bisa saja terjadi. Warga sipil saya tidak tahu, karena kita belum tahu siapa pelakunya, semua baru dugaan," ujarnya. (sur/sur)