"Kemarin sore di Bandara Halim (sebelum Jokowi berangkat ke Balikpapan), dikatakan pada KTT G-20, Obama dan Turnbull menyebut enam kali soal pertemuan mereka dengan Presiden Jokowi," ujar Luhut di Jakarta, Kamis (19/11).
Setelah Turnbull mengunjungi Jokowi di Jakarta pekan lalu, kata Luhut, kerja sama kedua negara akan kembali dipererat, termasuk hubungan kedua pemimpin negara secara pribadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika wacana komunikasi rutin via telepon tersebut terealisasi, ujar Luhut, maka hubungan antara kedua negara tidak akan turun ke titik nadir seperti sebelumnya, terutama pasca-isu penyadapan Australia terhadap pejabat tinggi Indonesia.
Informasi tersebut muncul dari dokumen rahasia yang diserahkan Edward Snowden kepada Australia Broadcasting Corporation. Snowden merupakan mantan karyawan kontrak Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) yang belakangan membeberkan pelbagai dokumen rahasia CIA.
Dalam dokumen itu tertulis, target penyadapan pemerintah Australia lainnya adalah Boediono yang kala itu merupakan wakil presiden, Jusuf Kalla, juru bicara Yudhoyono untuk urusan luar negeri, dan Purnomo Yusgiantoro yang saat itu berstatus menteri pertahanan. (agk)