Perkara pencatutan nama Presiden itu sudah dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said kepada Mahkamah Kehormatan DPR (MKD) sehingga organ DPR tersebut yang memiliki kewenangan penuh untuk memanggil siapapun yang dianggap perlu diperiksa, termasuk salah satu menteri koordinator yang namanya ikut disebut-sebut dalam kasus itu.
Soal apakah Presiden juga akan memanggil menteri yang namanya disebut-sebut itu, Pram menyatakan hal itu merupakan urusan Presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang jelas, kata Pram, Presiden sudah mengetahui detail persoalan yang terjadi, dan saat ini Jokowi memilih untuk menyelesaikan tugas-tugas kenegaraannya.
Menteri Sudirman telah melaporkan adanya anggota DPR yang mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden untuk meminta jatah saham kepada Freeport. Sebagai imbalannya, politikus tersebut menjamin kontrak karya perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu dapat diperpanjang.
Selain meminta jatah saham yang katanya untuk Presiden dan Wakil Presiden, politikus tersebut juga diduga meminta jatah 49 persen saham pembangkit listrik di Papua. (meg)