"Kami sudah mengambil langkah-langkah untuk pengamanan Pilkada ini," kata Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Wuryanto saat Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Jabar 2015 di Bandung, Rabu.
"TNI dalam pelaksanaan pilkada sifatnya mendukung pengamanan yang dilakukan Polri," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk ciptakan situasi kondusif bukan hanya oleh prajurit yang melaksanakan pengamanan secara langsung tapi semua harus ikut," katanya.
Bali Raawan
Sementara itu, untuk Provinsi Bali, Mabes Polri telah melakukan pemetaan, jika Bali masuk menjadi wilayah paling rawan konflik pada Pilkada Serentak 2015 nanti.
"Semua rawan tetapi ada satu di Karangasem yang mungkin itu kita perlu antisipasi," kata Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan ditemui di Markas Polda Bali di Denpasar, Kamis.
Menurut dia, hal tersebut berdasarkan hasil intelijen yang memantau kondisi perpolitikan di daerah yang dikenal sebagai "Bumi Lahar" itu.
Dinamika perpolitikan di kabupaten yang dikenal "Bumi Lahar" itu cukup tinggi mengingat ada tiga pasangan calon yang bertarung memiliki kekuatan dukungan massa yang cukup besar.
Di Kabupaten Karangasem sendiri jumlah pemilih yang memiliki hak suara mencapai 379.983 orang yang akan menggunakan hak pilihnya di 930 tempat pemungutan suara.
Secara keseluruhan Polda Bali menurunkan sebanyak 12.512 personel dalam pengamanan pelaksanan pemilihan kepala daerah serentak itu mulai dari tahapan kampanye masa tenang, tahapan pungut suara, tahapan hitung suara, tahapan penetapan dan pengumuman dan tahapan pelantikan.
Jumlah pemilih terbanyak terdapat di Kabupaten Badung sebanyak 456.217 orang, Denpasar (411.428), Tabanan (355.435), Bangli (180.602) dan Jembrana (222.732). (antara)