Anggaran Dinas Pariwisata adalah salah satu satuan kerja perangkat dinas (SKPD) yang mendapat nilai buruk dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Kami setuju Pak Ahok mengadakan evaluasi untuk anggaran kami karena selama ini memang ada kegiatan yang kurang efisien," kata Purba di Jakarta, Jumat (20/11).
Sebelumnya Ahok menilai kegiatan Dinas Pariwisata dan Budaya lebih mementingkan penyelenggaraan acara-acara festival di Jakarta dibandingkan membenahi objek-objek pariwisata di Jakarta. Oleh sebab itu, Purba mengatakan tahun ini acara-acara festival semacam itu akan dikurangi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Termasuk acara di luar negeri kami tidak harus membuat sendiri, sifatnya hanya partisipasi," katanya.
"Saya kira tahun ini akan saya potong untuk dinasnya saya hanya Rp 150 miliar. Jika ditambah sudin (suku dinas) maka angkanya pun tetap di bawah Rp 300 miliar," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta kemarin.
Soal anggaran festival ini, Ahok sudah mengingatkan anak buahnya sejak tahun 2014 lalu. Saat itu Dinas Pariwisata dan Budaya mengalokasikan dana penyelenggaraan festival hingga Rp 1,2 triliun.
Tahun ini, Ahok memotong anggaran Dinas Pariwisata hingga Rp700 miliar. Menurutnya, mengadakan satu festival dengan biaya mencapai Rp 10 miliar adalah suatu yang mengada-ada.
Oleh sebab itu, untuk anggaran tahun depan, Ahok meminta Dinas Pariwisata tak lagi memikirkan penyeleggaraan festival dan fokus pada pembenahan museum saja yang kondisinya sangat memprihatinkan.
"Saya sudah katakan untuk fokus memperbaiki museum karena banyak yang lembab dan tergenang," kata Ahok. (sur)