Pulangkan Seribu Personel, Polda SumSel Terus Usut Kebakaran

Megiza, CNN Indonesia | Senin, 23/11/2015 13:27 WIB
Pulangkan Seribu Personel, Polda SumSel Terus Usut Kebakaran Prajurit TNI bersiap mengikuti upacara pemberangkatan Satgas Pemadaman Kebakaran Hutan dan lahan di Taxi Way Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (22/10). Sebanyak 1.000 prajurit TNI diberangkatkan untuk menggantikan satgas sebelumnya yang telah bertugas di Provinsi Sumatera Selatan dan Riau sejak September 2015. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Palembang, CNN Indonesia -- Polda Sumatera Selatan terus mendalami kasus kebakaran hutan yang melibatkan perusahaan hingga kalangan perseorangan. Hal itu dipastikan Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Polisi Iza Fadri saat memulangkan seribu personel TNI anggota Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan, hari ini. 

Iza menyatakan, pihaknya telah menerima beberapa laporan dan kini tengan memproses pengumpulan bukti untuk menjerat para tersangka agar dapat dibawa ke pengadilan. 

"Jika ditanya berapa jumlahnya, saya tidak tahu persis, takut salah karena yang pegang data bukan saya. Tapi yang jelas, ada beberapa yang sudah masuk, baik perusahaan maupun perseorangan," katanya seperti dikutip dari Antara, Senin (23/11).


Dia mengemukakan, pihaknya cukup kesulitan untuk menjerat dari sisi pidana jika yang dilaporkan adalah korporasi karena dalam hukum perundangan-undangan yang berlaku hanya bisa menjerat kalangan perseorangan.

"Jadi yang harus dikenai itu pemilik perusahaan, bisa juga manajernya. Tidak bisa perusahaannya, karena istilah korporasi itu adalah istilah untuk badan hukum, bukan dalam hukum pidana," ujarnya.

Terkait dengan penemuan kasus pembalakan liar di Musi Banyuasin oleh personel TNI Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan, dia mengatakan, saat ini sedang dalam penelurusan untuk menemukan tersangkanya.

"Bukti-bukti seperti motor yang dimodifikasi sudah diserahkan ke polisi, saat ini petugas sedang memburu pelaku," katanya.

Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan TNI di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menemukan areal pembalakan liar di kawasan hutan konservasi yang sudah ditinggalkan pelakunya pada awal November 2015.

Petugas TNI menemukan jalan rintis berbahan kayu yang tertutup oleh pohon-pohon berukuran besar.

Dalam penelurusan itu, aparat menemukan tenda-tenda yang sudah ditinggalkan pembalak, termasuk beberapa unit sepeda motor yang sudah dimodivikasi untuk mengangkut kayu.

Sementara itu, seribu orang personel TNI yang dipulangkan ke satuan masing-masing adalah petugas yang telah beroperasi di tiga kabupaten yakni Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Ogan llir. Sedangkan total personel jika digabung dengan personel TNI di daerah menjadi 2.328 orang.


(Antara/meg)