Pengakuan tersebut disampaikan saat Luhut dicecar pertanyaan oleh wartawan terkait dugaan pencatutan namanya oleh Ketua DPR Setya Novanto dalam percakapan dengan pengusaha Muhammad Riza Chalid dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biar saja dulu MKD. Kan saya belum dipanggil, belum dengar (rekaman pembicaraannya). Jadi jangan buru-buru, nanti kita lihat. Mau nama saya disebut 100, 200 kali, kan saya tidak ada urusan di situ," katanya.
Dalam laporannya, Setya Novanto disebut telah mencatut nama Presiden untuk mengamankan perpanjangan kontrak karya PT Freeport yang akan habis masanya pada 2021 mendatang.
Selain nama Presiden Joko Widodo, ternyata terdengar juga penyebutan nama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Luhut, dan beberapa tokoh di Indonesia dalam rekaman yang diberikan Sudirman ke MKD.
Hingga saat ini, MKD diketahui masih membahas perkara tersebut secara internal. Belum ada sanksi atau putusan yang dikeluarkan MKD menanggapi laporan Sudirman. (den)