"Menteri fokus bekerja, jangan sibuk jadi komentator," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (8/12).
Jokowi pun menekankan bahwa tahun 2015 akan berakhir tiga pekan lagi, sehingga pemerintah harus memperhatikan bagaimana kinerja selama satu tahun. "Ini nanti akan sedikit kita evaluasi dan tahun 2016, sudah saya sampaikan, sejak Januari itu sudah harus berlari cepat," katanya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak ingin pemerintah terjebak pada rutinitas biasa yang cenderung monoton. Jokowi mengaku ingin eksekutif membawa tradisi, pola, dan cara baru di pemerintahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi pun mengaku telah mendengar soal adanya 42 ribu regulasi yang dimiliki pemerintah, berupa Peraturan Presiden, Peraturan Pemerintah, dan Peraturan Menteri. Menurutnya, jumlah tersebut terlalu banyak, sehingga ia meminta untuk dikurangi di setiap kementerian.
Lihat juga:Jokowi Tak Soal Disebut Presiden 'Koppig' |
Sang kepala negara berpandangan, aturan-aturan yang ruwet, menyebabkan negara terbelenggu, dan tidak fleksibel harus segera dihilangkan.
Sidang yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini membahas beberapa isu pokok, di antaranya penyederhanaan nomenklatur dalam anggaran, program prioritas dan pemanfaatan anggaran tahun 2016, permasalahan yang belum selesai di tahun 2015, dan antisipasi permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan pilkada serentak. (sur)