Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional, Yandri Susanto, termasuk yang menyuarakan secara pribadi agar Setya mundur dari jabatannya.
"Kalau saya, bukan Fraksi PAN ya, memang sebaiknya Pak Novanto mundur," kata Yandri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (10/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, jika nanti dalam perkembangan penanganan perkara diindikasikan ada kongkalikong atau kesan menutupi, Fraksi PAN akan memikirkan untuk mengambil sikap seperti mengajukan mosi tidak percaya, atau meminta Setya mundur.
"Tak ada di republik ini satu orang pun yang tidak boleh tidak tunduk, dengan aturan main hukum, termasuk Riza Chalid," sebut Yandri.
Selain itu, terkait langkah Setya yang melaporkan Menteri ESDM Sudirman Said ke Bareskrim Polri, Yandri merasa tidak masalah, dan hal itu dapat membuktikan persoalan pencemaran nama baik atau bentuk fitnah yang ditujukan.
Wakil Presiden Jusuf Kalla juga mendorong agar Ketua DPR Setya Novanto mundur dari jabatannya saat ini sebagai wakil rakyat. Orang nomor dua di Republik Indonesia itu mengatakan akan lebih bagus jika politikus Partai Golkar itu memilih lengser.
Hari ini, Pimpinan MKD, Surahman Hidayat dan Junimart Girsang, sudah menyambangi Kejaksaan Agung untuk meminta rekaman asli percakapan antara Ketua DPR Setya Novanto dengan pengusaha minyak Riza Chalid dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.
Ketua MKD Surrahman Hidayat pun bertekad akan menyelesaikan penanganan perkara Setya, sebelum parlemen memasuki masa reses, Jumat (18/12) pekan depan. (bag)