“Target memanggil Muhammad Riza Chalid. Dia yang paling tahu anatomi pertemuan dan paling dominan (dalam percakapan),” ujar Wakil Ketua MKD Junimart Girsang di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (11/12).
Pertemuan yang dimaksud Junimart itu ialah yang terjadi antara Ketua DPR Setya Novanto, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, dan Riza Chalid. Pertemuan itu diam-diam direkam oleh Maroef karena mengaku curiga dengan itikad Setya terhadap Freeport.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keengganan Setya Novanto itulah, menurut Junimart, yang membuat pemeriksaan terhadap Riza menjadi kian krusial.
"Jadi saya hanya perlu Muhammad Riza. Panggil dulu. Semua harus kami dalami," kata Junimart.
Lihat juga:Jaksa Agung: Riza Chalid Masih Merdeka |
Pimpinan MKD akan menggelar rapat lagi siang ini untuk menentukan langkah lanjutan yang akan mereka ambil pasca gagal mendapatkan barang bukti rekaman asli perbincangan Setya-Riza-Maroef dari Kejaksaan Agung.
Riza Chalid sesungguhnya dijadwalkan dimintai keterangan oleh MKD Kamis pekan lalu bersama Maroef. Namun Riza tak hadir.
Maroef, dalam pemeriksaan di MKD, mengatakan Riza Chalid yang sesungguhnya meminta saham PT Freeport Indonesia. "Dalam pembicaraan itu, Saudara Riza mengatakan 11 persen (saham untuk) Presiden dan 9 persen ke Wapres," kata Maroef.
[Gambas:Video CNN] (agk)