Koordinator End Child Prostitution, Child Pornography and Trafficking of Children for Sexual Purposes (ECPAT) Indonesia, Ahmad Sofian, mengatakan pariwisata seks anak marak terjadi di DKI Jakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat terutama Lombok, Kepulauan Riau khususnya Batam, Jawa Barat dan Jawa Timur, Sumatera Utara.
Sofian berkata, tingkat kesadaran masyarakat yang rendah terhadap eksploitasi seksual anak menyuburkan jual-beli seks tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Asia Tenggara, Indonesia merupakan tujuan terbesar bagi turis dan predator seks anak, diikuti Vietnam dan Kamboja," ujarnya di Jakarta, Rabu (23/12).
Sementara itu, warga negara Malaysia, Singapura, Bangladesh dan India disebutnya sebagai pembeli jasa seks anak di sekitar Batam dan Medan.
Untuk menihilkan industri seksual yang menjadikan anak sebagai subjek, Sofian berkata, pemerintah harus menekan permintaan. "Kalau tidak, ekslpoitasi seperti ini akan terus terjadi," tuturnya.
Berkaca pada Thailand, ECPAT mendorong pemerintah dan DPR membuat undang-undang khusus yang secara tegas melarang prostitusi dan pornografi anak.