Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan keputusan tersebut diambil atas dasar penghematan anggaran. Ahok, sapaan Basuki, mengatakan kondisi ekonomi di Indonesia juga menjadi salah satu alasan pengurangan pesta Tahun Baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mendorong yang kecil, paling pihak swasta. Nanti dibagi di Kota Tua atau Taman Mini Indonesia Indah," katanya.
"Jadi tak ada perayaan ya, mungkin hotel-hotel yang membuat ya. Yang jelas kami tak mau membuang uang," ujar Ahok.
Sebelumnya Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengatakan ada sejumlah titik rawan yang perlu diawasi di Jakarta jelang Natal dan Tahun Baru 2016.
"Di Jakarta itu ada dua (tempat yang diwaspadai) tapi mudah-mudahan tidak terlalu signifikan," katanya.
Namun sayangnya, Tito enggan membuka di mana titik-titik yang disebut rawan tersebut. Dia hanya menekankan ada tempat-tempat lain di luar kawasan DKI Jakarta yang menjadi titik rawan.
Sebagai catatan, Tito menegaskan ada total sembilan titik yang perlu diwaspadai jelang Natal dan Tahun Baru 2016. Dua titik terletak di kawasan DKI Jakarta sedangkan sisanya ada di luar Jakarta, salah satunya di Tangerang dan Bekasi.
"Ini sudah saya bicarakan dan sudah sampaikan ke jajaran kepolisian untuk melakukan sejumlah operasi. Mudah-mudahan operasi ini bisa meminimalisasi aksi terorisme," katanya. (meg)