Kapolda Sambangi PBNU Bahas Keamanan Akhir Tahun

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Rabu, 23/12/2015 17:33 WIB
Kapolda Sambangi PBNU Bahas Keamanan Akhir Tahun Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian bertemu dengan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (23/12). (CNN Indonesia/ Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian menyambangi Kantor Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) sore ini membahas isu keamanan menjelang peringatan dua hari besar yakni Maulid Nabi (24/12) besok dan Natal (25/12) lusa.

Tito datang didampingi Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Muhammad Iqbal, Kapolres Jakarta Pusat Hendro Pandowo beserta jajaran. Rombongan Polda diterima Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj dan Sekretaris Jenderal Helmy Faishal Zaini beserta pengurus lainnya.
Tito mengatakan pertemuan dengan pihak PBNU untuk berkomunikasi terkait kerjasama pengamanan wilayah Jakarta menjelang Maulid, Natal dan Tahun Baru.

"Kami mohon dukungan dari PBNU untuk sama-sama mengamankan Jakarta. Khususnya menghadapi Maulid, Natal dan Tahun Baru ada potensi kerawanan keamanan," kata Tito di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (23/12).
Tito menjelaskan kunjungan ini merupakan hal biasa yang dilakukan Kepolisian dengan merangkul seluruh organisasi masyarakat. Dia mengharapkan dengan kerjasama ini pengamanan dapat berjalan lancar.


"Kami berharap dan yakin kalau bekerjasama, keamanan dapat berjalan lancar," ucap Tito.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj mengatakan pihaknya siap membantu pihak kepolisian untuk mengamankan peringatan hari besar Maulid Nabi dan Natal pada tahun ini.

"GP Ansor dan Banser NU seperti biasanya siap bersama Kepolisian untuk mengamankan Natal," kata Said.

Said menjelaskan bantuan pengamanan ini rutin setiap tahun dilakukan sejak PBNU dipimpin Alm. Abdurrahman Wahid sebagai Ketua Umum. Pengamanan itu terutama dilakukan di gereja-gereja dan menunjukan toleransi antar umat beragama.

Jelang Natal dan Tahun Baru 2016, Polda Metro Jaya akan menurunkan kurang lebih 8000 personel yang disebar disebar di seluruh penjuru Jakarta.

Sebagai catatan, Tito sebelumnya menegaskan ada total sembilan titik yang perlu diwaspadai jelang Natal dan Tahun Baru 2016. Dua titik terletak di kawasan DKI Jakarta sedangkan sisanya ada di luar Jakarta, salah satunya di Tangerang dan Bekasi.

"Ini sudah saya bicarakan dan sudah sampaikan ke jajaran kepolisian untuk melakukan sejumlah operasi. Mudah-mudahan operasi ini bisa meminimalisir aksi terorisme," katanya. (utd/utd)