"Kami tidak tahu (kapan selesai), padahal jika dilihat format yang kami kirim lebih mudah disisirnya," kata Ahok saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (29/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun begitu Ahok enggan menyalahkan Kemendagri terkait lamanya evaluasi APBD 2016 tersebut. Ahok mengungkapkan dari awal memang kesalahan ada di Pemprov DKI.
"Dalam aturan disebutkan (APBD dikirimkan) satu bulan sebelum anggaran berlaku, jadi kami yang terlambat," ujarnya.
Hanya saja, Ahok beralasan bahwa keterlambatan tersebut terjadi tak disengaja karena proses penyisiran anggarannya sama dengan yang dilakukan pada APBD 2015. Saat itu, sebelum perbaikan, penyerapan APBD 2015 sangat lambat.
Sementara saat ini, setelah diperbaiki dalam APBD-P, penyerapannya sudah mencapai 67 persen. Dengan fakta tersebut maka Ahok pun yakin APBD 2016 penyerapannya akan tinggi.
"Saya rasa bagus jika bisa 90 persen ya," kata Ahok. (obs)