Kuasa hukum keluarga Allya, Rosita P Radjah mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari penyidik, Randall telah mangkir dua kali dari panggilan pemeriksaan.
Pada panggilan pertama, Randall diwakili oleh kuasa hukumnya yang meminta penundaan pemeriksaan.
"Panggilan kedua dilakukan pada bulan November 2015, dr Randall sudah resign. Panggilan terhadap dr Randall terjadi saat dia masih Chiropractic," kata Rositadi Jakarta, Jumat (8/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Rosita juga mengkritisi pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam perizinan terhadap keberadaan praktik klinik dari luar negeri yang beroperasi, serta dokter asing yang bekerja di Indonesia.
"Ini juga menjadi perhatian bahwa pengawasan terutama terhadap tenaga asing masih kurang. Ini juga jadi pelajaran Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan untuk mengawasi keberadaan dokter asing di Indonesia, khususnya di Jakarta," ujar Rosita.
Klinik tersebut menawarkan sejumlah promosi pengobatan dengan jaminan dapat menyembuhkan sakit yang diderita Allya. Allya memilih promo terapi sebanyak 40 kali dengan harga yang telah ditetapkan oleh klinik tersebut.
Keesokan harinya, Allya yang memiliki rekam medis penyakit tulang pada bagian leher lantas mengikuti pengobatan di klinik tersebut. Ditemani sang Ibu, Allya berkonsultasi dengan dr Randall yang saat itu menanganinya. Randall mengatakan, karena Allya akan ke luar negeri pada pertengahan Agustus 2014 lalu, terapi bisa dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari.
"Kurang lebih lima menit saat terapi, ada gerakan-gerakan pengobatan yang membuat Ibunya syok," ujar Rosita.
Rosita mengatakan, terapi tersebut dilakukan pada pukul 14.00 WIB dan pukul 19.00 WIB. Selesai terapi, Allya bersama Ibunya lantas kembali ke rumahnya. Hingga pada tengah malam, Allya mengeluh sakit yang sangat luar biasa pada bagian lehernya dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Setibanya di RS Pondok Indah, Allya kemudian dirujuk ke unit gawat darurat untuk mendapat penanganan medis. Namun, RS Pondok Indah menyatakan Allya meninggal pada hari Jumat (7/8) pagi, setelah berbagai cara dilakukan RS untuk menyelamatkan nyawanya.
"Keluarga sangat terpukul atas kematian Allya. Hal ini tidak diinginkan. Allya datang tujuannya bukan untuk hal yang lain. Hanya satu untuk sehat," kata Rosita. (sur)