"Ya sudah usut saja (oleh polisi) aparat mana yang telah memukul," kata Basuki saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (12/1).
Ahok, sapaan Basuki, menjelaskan jika memang ada aparat yang melakukan penganiayaan dirinya mempersilakan agar semua dibuktikan di pengadilan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah polisi atau Satpol PP atau tentara, saya kan tidak tahu," ujarnya.
Ahok lantas mengimbau kepada warga Bukit Duri yang menolak penggusuran, bahwa hidup di rumah susun adalah suatu hal yang menyenangkan. Satu hal yang ditekankan oleh Ahok adalah para penghuni rusun dapat menggunakan bus Transjakarta secara gratis jika memiliki KTP beralamat di rusun.
"Saya Ahad besok akan meresmikan bus ke rumah susun sehingga seluruh keluarga yang beralamat rusun tak perlu bayar, anak-anaknya mendapat Kartu Jakarta Pintar, dan ada dokter yang mengurusi. Kamu itu dipindahkan ke tempat yang lebih baik," kata Ahok.
Alldo Fellix Januardy, pengacara LBH Jakarta, mengungkapkan dirinya dianiaya setelah mendatangi pihak Satpol PP dan polisi untuk menjelaskan keadaan.
Lihat juga:Ahok Gusur 92 Rumah di Bukit Duri Hari Ini |
Saat dirinya sedang menjelaskan duduk perkara penggusuran, sekitar lima orang tim gabungan langsung menarik tangan Alldo dan membawanya jauh ke arah jalan raya. Saat penarikan tersebut, Alldo sempat tersungkur ke aspal dan menyebabkan kacamata yang dikenakannya pecah.
Tak hanya itu, setelah tersungkur ke aspal Alldo pun mengaku terkena sikut seseorang yang menyebabkan pelipis kanannya berdarah serta wajahnya lebam.
(meg)