"Sedang dicek. Sementara dari hasil penyelidikan yang beraangkutan masih di Indonesia, tapi ada informasi juga dia (dr Randall) ada di luar negeri," ujar Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/1).
Tito mengatakan, penyidik telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melacak dan menangkap Randall, di antaranya dengan Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri, International Police, dan Federal Bureau of Investigation (FBI). Hal ini karena isu yang berkembang, dr Randall berada di Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prinsip tradisi hukumnya Indonesia tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Amerika. Maka kalau buktinya cukup, mereka akan melakukan proses hukum di sana," ujar Tito.
Sebelumnya, Allya mengembuskan napas terakhir diduga setelah melakukan terapi di Chiropractic First, Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Rabu (6/8) tahun lalu. Saat itu, dokter yang menangani terapi Allya adalah dr Randall.
Allya ditawarkan untuk melakukan terapi selama dua kali dalam sehari karena pada pertengahan Agustus tahun lalu akan pergi ke Perancis untuk melanjutkan pendidikan master.
Allya yang merasa sakit pada bagian leher belakang mengikuti saran dr Randall. Namun bukannya sembuh, Allya justru merasakan sakit yang luar biasa pada malam hari setelah melakukan terapi.
Allya lantas dibawa oleh orang tuanya ke Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, untuk mendapat penanganan medis. Namun nahas, beberapa jam kemudian Allya dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RS.
Orang tuanya yang merasa janggal akan kematian anakanya lantas melapor ke Polda Metro Jaya. (rdk)