“Faktanya yang jelas yang bersangkutan (Mirna) minum kopi. Setelah minum kopi kolaps. Makanya kopinya kita periksa termasuk kopi dari kafe kita periksa ini kandungannya apa," ujar Krishna di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (12/1).
Krishna mengatakan Kepolisian menggunakan strategi penyelidikan ilmiah untuk mengungkap penyebab meninggalnya Mirna. Oleh karena itu, beberapa pakar dan ahli dilibatkan oleh polisi dalam proses penyidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Polisi Geledah Rumah Sahabat Mirna |
"Kan kita menyelidiki tuh sebabnya macem-macem, kematian mati tidak wajar ya kami tidak boleh menduga-duga atau berasumsi tanpa landasan fakta yang jelas," ujar Krishna.
Lihat juga:Bahaya Sianida Saat Terkena Mata dan Kulit |
Menurut Musyafak, zat korosif sangat berbahaya bila dikonsumsi oleh manusia. Kandungan zat korosif tersebut bisa dengan cepat membunuh orang yang mengkonsumsinya.
Mirna tewas tak berapa lama usai meminum es kopi vietnam di Restoran Olivier, Grand Indonesia Shopping Town, Thamrin, Jakarta Pusat. Ia merintih kesakitan, kejang, dan mengeluarkan buih pada mulut.
Sedianya Mirna sedang bercengkerama dengan dua sahabatnya, H dan J alias S, di restoran itu. Di antara mereka bertiga, Mirna datang belakangan.
J tiba lebih dulu sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung memesan minuman untuk dia, Mirna, dan H. Mirna dipesankan es kopi vietnam, sedangkan J dan H cocktail dan fashioned fazerac.
Kopi Mirna datang paling akhir, sekitar 40 menit setelah minuman J dan H. Namun baru satu sedotan, Mirna mengeluh sakit hingga akhirnya meninggal di rumah sakit. (bag)