“Semua bahan peledak itu mempunyai daya ledak tinggi dan walaupun peninggalan zaman dahulu tetapi masih aktif dan bisa mencelakai siapapun jika meledak,” ujar Kepala Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Jabar, AKBP Widodo di Sukabumi, seperti dilansir Antara.
Widodo mengatakan Tim Gegana langsung melakukan sterilisasi di lokasi penemuan, karena bisa saja bahan peledak bereaksi. Seluruh anggota Polres Sukabumi Kota yang mendiami rumah dinas di Asrama Koloni Cipelang diungsikan sampai selesai penyisiran dan pemindahan amunisi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengamankan lokasi Polres Sukabumi Kota juga memasang garis polisi. “Siapapun yang tidak berkepentingan baik anggota Polri apalagi masyarakat umum dilarang masuk,” ujar Widodo.
"Jika amunisi ini jatuh ke tangah orang yang salah, bisa saja disalahgunakan. Walaupun kondisinya sudah usang karena dibuat dan disimpan antara 1940-1950 tetapi seluruh masih aktif," tutur dia.
Amunisi yang ditemukan itu, antara lain 98 buah granat, sekitar 25 ribu peluru dari berbagai kaliber, ranjau personel dan air, senjata laras panjang dan pendek. (obs)