"Benar itu suara Bahrun Naim," kata Jibriel kepada CNNIndonesia.com, Minggu (17/1).
Dalam rekaman yang dibungkus dalam platform distribusi suara SoundCloud itu, Bahrun Naim yang memiliki nama asli Muhamad Bahrun Naim Anggih Tamtomo itu mengatakan dia bukan otak pelaku ledakan Thamrin, Jakarta, Kamis pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komunikasi yang dimaksud ialah komunikasi untuk menyiapkan rencana serangan. Sebelumnya disebutkan Bahrun terpantau berkomunikasi pada pertengahan Agustus 2015 lewat aplikasi Telegram.
Jibriel berpendapat perencana serangan Jakarta ialah simpatisan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang menyukai teori konspirasi.
Alasan lain Jibriel meyakini Bahrun bukan otak serangan Thamrin ialah karena, menurut dia, ada putus hubungan antara Aman Abdurrahman yang diklaim sebagai Amir ISIS Asia Tenggara, dengan Bahrun.
Di sisi lain, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan mengatakan belum mendengar rekaman yang disebut sebagai suara Bahrun tersebut. Namun dia tak ambil pusing karena menurutnya polisi punya bukti yang menunjukkan bahwa Bahrun ialah dalang teror Thamrin.
"Boleh saja dia menyangkal. Kami juga ada fakta lain yang mengarah kepadanya," kata Anton kepada CNNIndonesia.com.
Nama Bahrun Naim sebagai dalang serangan Thamrin pertama kali dilontarkan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian yang juga mantan Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri.
“Bahrun Naim merancang serangan seperti ini. Dia ingin merancang serangan di Indonesia sehingga dikatakan sebagai pemimpin di mata jaringan ISIS,” kata Tito di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada malam usai ledakan terjadi di Thamrin.