Keinginan ini disampaikan oleh Sutopo dan Rodiyah, kedua orang tua Dian, usai menjalani tes pencocokan DNA di Rumah Sakit Bhayangkara Soekanto Jakarta, Sabtu (16/1) malam.
"Kami keluarga berharap warga di sini mau menerima jenazah Dian untuk bisa dimakamkan disini. Sudah pasti itu jenazah Dian, namun kita belum tahu kapan jenasah bisa dibawa pulang", ujar Evi, salah satu kerabat Dian, Ahad (17/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami masih terus berkomunikasi dengan warga. Sepertinya warga mau menerima untuk dimakamkan di sini", ujar Karso, Ketua RT setempat.
Dian dikenal sebagai pemuda yang cerdas dan baik di kampung halamannya. Pria kelahiran Tegal, 23 Juni 1990 ini selalu mendapat rangking pertama selama menempuh pendidikan di SMK Negeri 1 Adiwerna, Tegal jurusan Teknik Mesin. Pihak keluarga dan warga tak menyangka jika Dian terlibat jaringan kelompok teroris, karena sejak lulus sekolah, ia berpamitan bekerja di Kalimantan. Dian pulang ke rumah orang tuanya pada November lalu dan berencana menikah tahun 2016 ini. (bag)